Cara – Cara Mengamankan Komputer

Untuk melindungi komputer anda dari serangan cracker, ikuti beberapa tips ini yang mungkin berguna bagi anda.

  1. Nonaktifkan Remote Access

     Caranya : klik kanan pada “My Computer” dan pilih “Properties”, lalu akan ada tampilan “System Properties” kemudian pilih tab “Remote”, hilangkan tanda (V) yang ada di depan semua options untuk menon-aktifkannya, setelah itu klik “OK”.

2. Tutup celah NetBIOS

Karena File-file pada dokumen anda bisa diakses melalui Internet maka nonaktifkanlah NetBIOS anda.
Caranya :
Pada menu Start, klik kanan pada “My Network Place” lalu pilih “Properties”, Maka akan ada tampilan “Network Connections”, setelah itu klik kanan pada icon koneksi internet yang tersedia, pilih “Properties”. Jika ada tampilan, pilih tab “Networking”, beri tanda ( V ) yang ada di depan “Internet Protocol (TCP/IP)”, kemudian klik tab “Properties” yg ada dibawahnya, maka akan ada tampilan “Internet Protocol (TCP/IP) Properties”, lalu pilih tab “Advanced”. Maka akan ada tampilan lagi “Advaced TCP/IP Settings”, pilih tab “Wins”, kemudian pilih “Disable NetBIOS over TCP/IP”,  lalu klikOK”.

3. Menghapus User Account yang tidak terpakai

Karena pada Windows XP Professional memiliki beberapa user account yang dapat diakses melalui trojan dan dimanfaatkan untuk melakukan penyerangan. Maka dari itu untuk menyingkirkannya dengan cara :

Pilih menu Start – Control PanelPerformance and Maintenance – Administrative Tools – Klik 2 kali Computer Management – Pilih Local Users and Groups, pada sisi kanan klik 2 kali pada Users, lalu hapuslah account-account lama yang tidak anda gunakan ( gambar users yang ada tanda X ), setelah itu tutuplah tampilan-tampilan tadi.

4. Rajinlah untuk sering membuka task manager, karena pada task manager akan muncul berbagai aplikasi atau proses yang berjalan.

Caranya : Tekan tombol ( Ctrl + Alt + Del ) pada keyboard, lalu pilih “start task manager”, maka akan tampil tampilan aplikasi yang berjalan.

5. Gunakanlah AntiLogger yang bisa anda unduh dari google. AntiLogger untuk menghindari memonitor aktivitas-aktivitas anda, sehingga apa yang anda ketik dari mulai password dan lain sebagainya tidak akan ketahuan oleh para cracker.

6.  Mengaktifkan Firewall

Agar Cracker tidak sampai ke PC anda, dibutuhkan sebuah Firewall. Dengan Firewall, anda dapat memblokir beberapa port yang kerap diserang Cracker. Kami sarankan anda memakai McAfee Personal Firewall Plus, McAfee Internet Security Suite dan ZoneAlarm.

7. Menggunakan Antivirus yang handal dalam penangkalan Cracker, jangan pilih antivirus yang hannya melindungi dari virus dan lainnya tetapi menangkal serangan Script dari website juga.

8. Hati-hati jika anda chating di MIRC, Amankan dulu komputer anda jika anda ingin chating MIRC. Lakukan langkah-langkah pengamanan seperti yang di atas terlebih dahulu sebelum melakukan chating di MIRC.

9. Penyalahgunaan CGI Shell pada Unix/Linux, Ada beberapa cara yg cukup ampuh utk menanggulanginya :

  • Anda pasang Chrooted-Jail pada Apache anda sehingga perintah yang dapat dijalankan dapat anda batasi.
  • Otak-atik Source Code dari fasilitas CGI yg akan anda berikan, misalnya Perl, kemudian anda matikan fasilitas fungsi system.
  • Minimalisasi terjadinya eksploit local pada sistem anda dengan sering mengotak-atik, dan mengikuti perkembangan berita seputar security.

10. Matikan sistem restore hardisk pada PC. Biasanya system restore dipakai tempat  “Persembunyian virus/malware”. Cara mematikan system restore adalah klik kanan padamy computer, lalu pilih  properties, kemudian pilih tab system restore. Setelah itu isi tanda contreng pada tulisan turn off system restore on all drive, lalu klik “OK”

11. Saat memasukkan flasdisk/cd,  jangan langsung klik open saat baru memasukkan flasdisk/cd. Jangan juga buka dari drive my computer langsung klik 2 kali.  Hal ini menyebabkan script  autorun pada flashdisk/cd langsung jalan. Kalau yang dijalankan adalah virus/malware, maka komputer kita akan terinfeksi. Sebaiknya klik kanan pada drive lalu pilih explorer, maka Autorun tidak akan jalan.

12. Cek msconfig (start-run-msconfig), matikan service yang tidak perlu dan matikan startup yang tidak perlu.

 

source :

http://www.agussuwasono.com/artikel/pengetahuan-komputer/392-10-tips-cara-melindungi-komputer-anda.html

http://www.rey1024.com/search/cara-mengamankan-komputer-dari-malware/

http://mhs.blog.ui.ac.id/ibnu/wp-content/blogs.dir/13994/files/2012/01/KEMJAR.jpg

EKOLOGI DAN DAMPAK IPTEK TERHADAP PERKEMBANGAN MANUSIA

Image

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.

Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.

Teknologi bagi Kehidupan Manusia

Pengertian teknologi secara umum :

  • proses yang meningkatkan nilai tambah,
  • produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan kinerja,
  • Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.

Dampak positif dan negatif akibat perkembangan teknologi internet :

Dampak Positif :

a) Media pertukaran data, dengan menggunakan email, dan lain lain. Para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

b) Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

c) Kemudahan memperoleh informasi, yang ada di internet sehingga kita tahu apa saja yang terjadi.

d) Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan, sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

Dampak Negatif :

a) Pornografi

b) Penipuan, hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu.

c) Bisa membuat seseorang kecanduan

 

 

 

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ekologi

HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA

Nama : Bella Azarine

NPM : 11511455

Kelas : 1PA 09

 

  1. A.    Hukum-hukum Dasar Kimia
    1. 1.      Hukum Kekelan Massa (Hukum Lavoister)
  • Antoine L. Lavoiser adalah seorang ahli kimia dari Prancis yang melakukan percobaan/reaksi kimia, kemudian dia menemukan hubungan massa antar zat-zat yang bereaksi.
  • Hukum kekekalan massa (Hukum Lavoiser) menyatakan bahwa: “massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi tidak berubah (tetap).”

Contoh:

Magnesium + Oksigen           Magnesium Oksida

6 gram              4 gram                         10 gram

  1. 1.      Hukum Perbandingan tetap (Hukum Proust)
  • Hubungan massa unsur-unsur dalam pembentukan senyawa dikemukakan oleh Joseph Louis Proust (1797) seorang ilmuwan asal Prancis.
  • Hukum Proust menyatakan bahwa: “massa unsur-unsur yang membentuk suatu senyawa, perbandingan massanya selalu tetap.”

 

  1. 2.      Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)

John Dalton adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris. Dari hasil penelitian pada pembentukan suatu senyawa, Dalton mengemukakan hukum kelipatan perbandingan yang menyatakan bahwa: “Apabila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa dan jika massa unsur pertama pada senyawa-senyawa itu sama maka massa unsur kedua pada senyawa-senyawa tersebut berbanding bulat dan sederhana.”

 

  1. 3.      Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac)

Joseph Gay Lussac adalah seorang ilmuwan asal Prancis. Dari hasil percobaan mengenai volume gas yang terlibat dalam suatu reaksi. Gay Lussac mengemukakan hukum perbandingan volume, yaitu: ”Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dean sederhana.”

 

  1. 4.      Hukum Avogadro
  • Amadeo Avogadro adalah seorang ahli kimia asal Italia. Berdasarkan hasil penelitian, Avogadro menyatakan bahwa: “Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang mempunyai volume sama maka akan mengandung jumlah molekul yang sama pula.”
  • Hukum Avogadro dapat menjelaskan hukum perbandingan volume dari Gay Lussac. Dari perbandingan penjabaran hukum Avogadro, didapatkan bahwa: “Pada suhu tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas pereaksi dan hasil reaksi sebanding dengan perbandingan koefisien reaksinya.”

Contoh :

2H2        +     o2                       2H2o

2 volume       1 volume                       2 volume

  1. A.    MASSA ATOM RELATIF (Ar) dan MASSA MOLEKUL RELATIR (Mr)
    1. 1.      Massa Atom Relatif (Ar)

Massa atom relatif suatu unsur adalah massa suatu atom unsur tersebut dibandingkan dengan 1/12 massa satu atom isotop karbon 12.

  1. 1.      Menentukan Massa Atom Relatif dari Isotop-isotop di Alam

Di alam, suatu unsur bisa didapat dari dua jenis isotop atau lebih sehingga kita dapat menentukan masa atom realifnya.

 

  1. 2.      Menentukan Massa Molekul Relatif dari Massa Atom Relatif

Massa molekul relatif suatu senyawa adalah massa suatu molekul senyawa tersebut dibandingkan dengan 1/12 X massa satu atom isotop karbon 12.

 

sumber : Untoro, Joko dan Tim Guru Indonesia. 2010. Buku Pintar Pelajaran. Jakarta: Wahyu Media

PROSES PEMBENTUKAN BUMI

Nama : Bella Azarine
NPM : 11511455
kelas : 1PA 09

Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita. Teori pembentukan bumi yang paling popular adalah teori big bang.

Theory Big bang

Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

Terdapat berbagai ilmuan yang meneliti serta menyimpulkan berbagai peristiwa asal usul terbentuknya bumi dengan berbagai teori dan hipotesis mereka. Berikut adalah teori-teori asal usul pembentukan bumi menurut para ilmuan :

1. Teori Kant
Pada tahun 1755, seorang filosof Jerman yang bernama Immanuel Kant mengemukakan tata surya yang terdiri atas matahari, bumi, bulan, planet, serta asteroida pada mulanya berbentuk nebula atau kumpulan bintang yang menyerupai awan atau gas dengan massa yang berat. Melalui proses pendinginan, nebula tersebut berubah menjadi bumi, bulan, matahari, dan planet – planet.

2. Teori Buffon
Pada waktu yang hampir bersamaan muncul teori dari ahli ilmu alam Perancis George Louis Leelere Comte de Buffon. Beliau mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet.

3. Teori Laplace
Seorang ahli Matematika dan astronomi Perancis Pierre Simon Marquis de Laplace 1796 mengemukakan bumi terbentuk dari gugusan gas panas yang berputar pada sumbunya, kemudian terbentuk cincin – cincin. Sebagian cincin gas tersebut, terlempar ke luar dan tetap terus berputar. Cincin gas yang berputar akan mengalami pendinginan, sehingga terbentuklah gumpalan – gumpalan bola yang menjadi planet – planet, termasuk bumi.

4. Teori Planetisimal Hypothesis
Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya T.C Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat dan di sebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik – menarik bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet, termasuk bumi.

5. Teori Tidal
Dua orang ilmuwan Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918 mengemukakan teori tidal. Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam cerutu. Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan membentuk planet – planet, yaitu merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, uranus, plato.

6. Teori Weizsaecker
Pada tahun 1940, C.Von Weizsaecker, seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal. Gumpalan ini akan menarik unsur – unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk palnet – planet, termasuk bumi.

7. Teori Kuiper
Gerald P.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nabula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi promatahari adalah protoplanet. Dalam teorinya, beliau juga memasukkan unsur – unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan malia menggumpal menjadi planet – planet.

8. Teori Whipple
Fred L.Whipple, seorang ahli astronom Amerika mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet.

Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:

1. Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
2. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
3. Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.

Lapisan Inti : cairan kental bersuhu di atas 4.500° C dan bertekanan tinggi, mengandung mineral cairan Besi dan Nikel (disebut juga lapisan Nife).
Lapisan Astenosfer : merupakan lapisan kedua yang melapisi lapisan inti dengan suhu antara 2.000-4.000° C dan tekanan terus menurun, mengandung mineral Silicium dan
Magnesium (disebut juga lapisan Sima).
Lapisan Litosfer : merupakan lapisan lebih kental dengan suhu < 2.000° C dan tekanan terus turun. Lapisan ini disebut juga lapisan mantel bumi.
Kerak Bumi : padat dan keras, menempel pada mantel bumi, mengandung mineral Silicium dan Aluminium (disebut juga lapisan Sial)

Proses alam Endogen dan Eksogen
Proses alam endogen adalah tenaga Bumi yang berasal dari dalam Bumi. Tenaga alam endogen bersifat membangun permukaan Bumi ini. Tenaga alam eksogen berasal dari luar Bumi dan bersifat merusak. Jadi kedua tenaga itulah yang membuat berbagai macam relief di muka Bumi ini seperti yang kita tahu bahwa permukaan Bumi yang kita huni ini terdiri atas berbagai bentukan seperti gunung, lembah, bukit, danau, sungai, dsb. Adanya bentukan-bentukan tersebut, menyebabkan permukaan Bumi menjadi tidak rata. Bentukan-bentukan tersebut dikenal sebagai relief Bumi.
Endogen
Kita telah mengetahui bahwa kulit bumi itu padat, dingin, dan terapung di atas mantel bumi. Kerak bumi yang membentuk dasar samudera disebut lempeng samudera. Kerak bumi yang membentuk dasar benua disebut lempeng benua. Lempeng samudera dan lempeng benua terletak di atas lapisan mantel. Kita juga telah belajar bahwa lapisan mantel mendapat pemanasan terus-menerus dari lapisan Sima. Pemanasan ini menyebabkan terjadinya gerakan cairan dengan arah vertikal (konveksi) pada lapisan mantel.
Akibatnya, arus konveksi ini menumbuk kulit bumi yang terapung di atasnya. Karena tumbukan lempeng samudera dan lempeng benua, salah satu lempeng akan menujam ke bawah. Padahal, makin ke dalam suhu makin panas. Akibatnya, bagian kulit bumi yang padat dan dingin yang menujam ke bawah akan meleleh dan berubah menjadi magma serta mengeluarkan energi.
Karena tumbukan terjadi terus-menerus, akan terkumpul tumpukan magma dan tumpukan energi. Penumpukan ini akan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut :

(1) Tekanan ke atas dari magma, gerak lempeng, dan energi yang terkumpul akan mampu menekan lapisan kulit bumi sehingga terjadi perubahan letak atau pergeseran kulit bumi. Akibatnya, kulit bumi bisa melengkung (disebut lipatan) atau patah (disebut patahan). Gejala ini disebut tektonisme.
(2) Magma akan menerobos lempeng benua di atasnya melalui celah atau retakan atau patahan dan terbentuklah gunung api. Gejala ini disebut vulkanisme.
(3) Bila tumpukan energi di daerah penujaman demikian besar, energi tersebut akan mampu menggoyang atau menggetarkan lempeng benua dan lempeng samudera di sekitarnya. Goyangan atau getaran ini disebut gempa bumi. Gejala ini disebut seisme
Eksogen
Tenaga eksogen ialah tenaga yang berasal dari luar bumi yang berpengaruh terhadap permukaan bumi. Tenaga eksogen dapat menyebabkan relief permukaan bumi berubah. Proses perubahan muka bumi dapat berlangsung secara mekanis, biologis, maupun secara kimiawi. Tenaga eksogen ini menyebabkan terjadinya pelapukan, erosi, gerak massa batuan, dan sedimentasi yang bersifat merusak bentuk permukaan bumi Bumi tempat segenap makhluk hidup termasuk manusia telah terbentuk kira-kira 4.600 000.000 tahun lalu bersamaan dengan planet-planet lain yang membentuk tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Sejarah kehidupan di bumi baru dimulai sekitar 3.500.000.000 tahun lalu dengan munculnya micro-organisma sederhana yaitu bakteri dan ganggang. Kemudian pada 1.000.000.000 tahun lalu baru muncul organisme bersel banyak. Pada sekitar 540.000.000 tahun lalu secara bertahap kehidupan yang lebih komplek mulai berevolusi.

Perubahan di bumi disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca :

1. Teori Kabut Kant-Laplace

Teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796), terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.

2. Teori Planetesimal

Seabad sesudah teori kabut tersebut, muncul teori Planetesimal yang dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita.
Pada dasarnya, proses-proses teoritis terjadinya planet-planet dan bumi, dimulai daribenda berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena proses waktu dan perputaran (pusingan) cepat, maka terjadi pendinginan yang menyebabkan pemadatan (pada bagian luar). Adapaun tubuh Bumi bagian dalam masih bersuhu tinggi.

3. Teori Bintang Kembar

Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya

Sumber :
http://duniabaca.com/proses-pembentukan-bumi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi
http://argakencana.blogspot.com/2010/07/proses-pembentukan-bumi.html

MANUSIA dan KEADILAN

Nama : Bella Azarine
NPM : 11511455
Kelas : 1PA 09

A. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang atau benda tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama.
Keadilan menurut pendapat umum adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang terhadap hak dan kewajiban. Kita tidak boleh hanya menuntut hak tapi juga harus tetap menjalankan kewajiban kita.
B. Keadilan Sosial
Keadilan sosial merupakan sila ke-5 dari isi pancasila. Keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk indonesia yang adil dan makmur. Untuk mewujudkan keadilan sosial itu, perbuatan dan sikap harus di pupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan
2. Sikap adil terhadap sesama,menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
3. Sikap saling membantu
4. Sikap suka bekerja keras
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain
Keadilan dan ketidak adilan akan selalu ada pada kehidupan manusia setiap harinya. Oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan, menimbulkan daya kreativitas manusia,seperti ; drama,puisi,novel,musik,dll.
C. Berbagai Macam Keadilan
A). Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dalam suatu masyarakat adalah setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun).
Keadilan terwujud dalam masyarakat apabila setiap anggota masyarakat manjalankan fungsinya secara baik menurut kemampuannya, dan setiap orang tidak mencampari tugas yang diluar kemampuannya.
B). Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
C). Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.
D). Kejujuran
Kejujuran artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya dan sesuai dengan kenyataan yang ada dan benar. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya.
Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap perlu dipupuk. Namun,orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila demi kebaikan diri sendiri dan orang lain pada batas-batas yang di benarkan.
E. Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. sudah tentu keuntungan itu diperoleh dengan tidak wajar. Yang dimaksud dengan keuntungan disini adalah keuntungan yang berupa materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau keenakan, meskipun orang lain menderita karenanya.
F. Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih lagi jika ia menjadi teladan bagi orang / tetangga disekitarnya, adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan – perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
a). Manusia adalah makhluk yang bermoral
b). Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai denga ahlak.
G. Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang besahabat akan mendapatkan balasan yang bersahabat pula,dan sebaliknya. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dan mempertahankan hak dan kewajibannya itu adalah pembalasan.

( Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab7-manusia_dan_keadilan.pdf )

MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP

Nama : Bella Azarine
NPM : 11511455
Kelas: 1PA 09

Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pedoman dalam menjalankan hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan didapat oleh manusia dari pengalaman sejarah yang telah di lalui. Karena setiap manusia memiliki pandangan hidupnya masing masing yang bersifat kodrati.
Pandangan hidup timbul melalui proses yang lama dan terus menerus, dan menghasilkan pemikiran yang dapat diterima oleh akal,sehingga diakui kebenarannya. Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
A. Pandangan Hidup yang berasal dari agama. Pandangan hidup yang kebenarannya adalah mutlak.
B. Pandangan hidup berasal dari ideologi. Pandangan hidup yang berasal dari kebudayaan dan norma yang terdapat di wilayah atau negara itu sendiri.
C. Pandangan hidup yang berasal dari proses merenung. Pandangan hidup yang kebenarannya relatif.
Pandangan hidup berbeda dengan cita-cita,tetapi bisa dikatakan pandangan hidup berhubungan erat dengan cita-cita. Pandangan hidup adalah bagian hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai 4 unsur.yaitu: cita-cita,kebajikan,usaha dan kepercayaan/keyakinan. Ke empat unsur ini tidak bisa salin di pisahkan,karena ke 4 unsur ini saling mengisi satu sama lain. Unsur – unsur tersebut :

1. Cita – Cita

Cita – cita merupakan sebuah angan – angan atau sesuatu yang ingin diraih. Cita – cita dapat tercapai jika ada suatu usaha untuk meraih impian itu. Apabila cita-cita itu tidah terpenuhi atau belum terpenuhi itu disebut angan-angan,maka dari itu agar cita-cita kita terpenuhi kita harus berjuang untuk menggapai cita cita itu agar tidak hanya menjadi angan-angan saja.
Ada 3 faktor faktor yang menentukan dapat tidaknya manusia untuk meraih cita – citanya,yaitu :
A. Faktor internal
Faktor yang berasal dari manusia itu sendiri. Ada aorang yang tidak ber kemauan untuk meraih cita-citanya itu,maka cita-citanya itu akan menjadi khayalannya saja. Cara kerja keras dalam meraih cita-cita merupakan suatu perjuangan hidup yang apabila tercapai akan membuat diri kita puas.

B. Faktor kondisi
kondisi dari dunia luar untuk mendapatkan cita – cita itu sendiri. Contohnya dalam bidang ekonomi. Si A yang orang tuanya kaya lebih muda meraih cita citanya dibanding si B yang arang tuanya miskin.

C. Faktor tingginya cita-cita
Biasanya semangkin tinggi cita – cita itu semangkin sulit kita untuk meraihnnya. Dengan kerja keras,setinggi apapun cita-cita kita maka akan terwujud.

2. Kebajikan

Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,perbuatan yang sesuai dengan norma norma agama atau etika. Pada dasarnya manusia itu baik,makhluk yang bermoral dan paling mulia akhlaknya. Karena manusia memiliki pendapat sendiri,kecintaanya pada diri sendiri,cita-cita sendiri maka ini cenderung membuat manusia menjadi makhluk yang sering tidak mengenal kebajikan.
Untuk lebih mengenal kebajikan,kita harus melihat dari 3 sisi,yaitu :
A. Manusia sebagai makhluk pribadi
Manusia dapat menentukan sendiri mana yang baik dan mana yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati,dan tergantung bagaimana kita menyikapi segala tingkah laku kita gar selalu berbuat baik terhadap apapun.

B. Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia hidup bermasyarakat dan saling membutuhkan satu sama lain. Jadi baik atau buruk itu dinilai oleh suara hati sendiri,meskipun demikian tetap harus diukur oleh pendapat umum. Disini tidak berarti bahwa pendapat umum segala-galanya sehingga pendapat hati tidak di dengar.

C. Manusia sebagai makhluk Tuhan
Kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati dan apa yang diperintahkan Tuhan. Karena apa yang Tuhan perintahkan adalah baik bagi kita dan semuanya.

Kebajikan manusia dapat dilihat dari tingkah lakunya,karena tingkah laku manusia berasal dari pandangan hidupnya,maka setiap manusia memiliki tingkah laku yang berbeda-beda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku manusia ada 3 hal,yaitu :
A. Faktor hereditas (pembawaan)
Tingkah laku yang dibawa dari sejak lahir karena efek dari gen orang tua.
B. Faktor enviroment (lingkungan)
Lingkungan merupakan faktor penting yang bisa menentukan tingkah laku baik atau buruk seseorang. Seperti di lingkungan keluarga,sekolah,lingkungan rumah,teman sebaya.
C. Faktor experience (pengalaman)
Belajar hidup dari pengalaman baik maupun buruk inilah merupakan pembentukan tingkah laku pada diri seseorang. Karena dengan pengamalan,seseorang dapat memiliki bekal sebagai pertimbangan saat akan mengambil keputusan.

3. Usaha atau perjuangan
Kerja keras dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia,karena dengan usaha yang keras kita bisa menggapai cita-cita. Orang yang pemalas tidak akan pernah menggapai cita citanya. Untuk bekerja keras manusia memiliki keterbatasan,makanya timbul tingkat kemakmuran antar manusia.
4. Kepercayaan atau Keyakinan
Kepercayaan merupakan dasar pandangan hidup yang berasal dari tuhan. Memurut Prof.Dr.Harun Nasution ada 3 aliran filsafat,yaitu :
1. Aliran Naturalisme
Hidup manusia dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekutan tertinggi yaitu Tuhan. Tuhan itu kekuasaan tertinggi,dan manusia adalah ciptaan Tuhan yang berdasarkan pada ajaran agama. Ajaran agama itu ada 2 macam,yaitu :
A. Ajaran agama Dogmatis
B. Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama
2. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika/akal,manusia mengutamakan akal,dengan akal manusia berpikir. Keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini didasari oleh keyakinan dan kebenaran yang didasari dari akal. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat di peroleh dari akal (ilmu&teknologi).
3. Aliran Gabungan
Aliran gabungan adalah kekutan gaib dan juga akal. Apabila di hubungakan dengan pandanga hidup maka akan ada 2 kemungkinan pandangan hidup. Yaitu pandangan hidup sosialisme yang menekankan pada logika berpikir kolektif dan pandangan hidup sosialisme-religius logika berpikir kolektif individual.
Langkah Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan huidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik, yaitu:
• Mengenal
• Mengerti
• Menghayati
• Meyakini
• Mengabdi
• Mengamankan

Sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab8-manusia_dan_pandangan_hidup.pdf

Pengertian, Tujuan dan Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Nama : Bella Azarine
Kelas : 1PA 09
NPM : 11511455

Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1.Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah.
2.Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia.
3.Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat.
Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1.Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya,
2.Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara yang tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities).
2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1.Manusia dan cinta kasih
2.Manusia dan Keindahan
3.Manusia dan Penderitaan
4.Manusia dan Keadilan
5.Manusia dan Pandangan hidup
6.Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7.Manusia dan kegelisahan
8.Manusia dan harapan

Sumber : http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian%20ilmu%20budaya%20dasar/staffsite.gunadarma.ac.id

Manusia dan Penderitaan

Nama : Bella Azarine
NPM : 11511455
Kelas : 1PA 09

Pengertian Penderitaan
Penderitaan dari kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.
penderitaan tersebut berasal dari dalam dan luar diri manusia. Biasanya orang menyebut dengan factor internal dan faktor eksternal.
Internal,dalam diri manusia itu ada cipta, rasa dan karsa. Karsa adalah sumber yang menjadi penggerak segala aktivitas manusia. Baik karsa maupun rasa selalu ingin dipuaskan. Karena selalu ingin dilayani, sedangkan rasa selalu ingin dipenuhi tuntutannya. Apabila karsa dan rasa tidak terpenuhi apa yang dimaksudkan, manusia akan merasa kurang mengakibatkan munculnya wujud penderitaan, bahkan lebih dari itu, yaitu rasa takut.
Eksternal datangnya dari luar diri manusia. Factor ini dapat dibedakan atas dua macam ; yaitu eksternal murni dan tak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar – benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan. Penderitaan itu tidak bukan merupakan akibat ulah manusia yang bersangkutan.

Siksaan
Siksaan manusia ini ternyata juga menimbulkan kreativitas bagi yang pernah mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung ataupun tidak langsung.
Siksaan bersifat Psikis
Siksaan yang sifatnya Psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputusan, sehingga kebimbangan cepat dapat diatasi.
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis.
Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
Claustrophobia dan Agoraphobia.
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup, sedangkan Agoraphobia adalah rasa takut yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka
Gamang merupakan ketakutan bila seseorang di tampat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena ia takut akibat berada di tempat yang yang tinggi.
Kegagalan merupakan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta lagi, karena takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma yang pernah dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang lagi.

Pengertian Kekalutan Mental
Secara sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala Kekalutan Mental
Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap Gangguan Kejiwaan
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya. usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara penanganan dirinya salah. kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab Kekalutan Mental
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
A. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma.
B. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat.
C. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan realaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

Proses-proses Kekalutan Mental
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.
Negatif : trauma yang dialami diperankan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Bentuk frustasi antara lain :
agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hypertensi (tekanan darah tinggi) atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitamya.
regresi adalah kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanankan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit.
fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri, membentur-benturkan kepala pada benda keras.
proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain, kata pepatah: awak yang tidak pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkit.
identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya, misalnya dalam kecantikan yang bersangkutan menyamakan diri dengan bintang film, dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.
narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior daripada orang lain.
autisme adalah gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain,puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.

Wanita pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau perasaannya, tetapi sulit mengeluarkan perasaannya tersebut, sementara itu mereka memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah, sehingga kaum wanitalah yang banyak menjadi penderita psikosomatisme (penyakit akibat gangguan kejiwaan) daripada kaum pria.
Penderitaan maupun siksaan yang dialami oleh manusia memang merupakan beban berat, sehingga dunia ini benar-benar menipakan neraka dalam hidupnya. Bagi mereka yang mulai merasakan tidak mampu lebih lama menderita, biasanya terlontar kata-katanya lebih baik mati daripada hidup, dengan pengertian bahwa dengan kematiannya maka berakhirlah penderitaan yang dialaminya. Itulah sebabnya mereka yang terlalu menderita dan merasa putus asa, lalu mengambil jalan “pintas” dengan bunuh diri.

Sumber :

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab6-manusia_dan_penderitaan.pdf

http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/03/04/manusia-dan-penderitaan/

Manusia dan Keindahan

Nama : Bella Azarine
NPM : 11511455
Kelas : 1PA 09

keindahan secara umum dapat diartikan pada objek yang kita lihat melalui mata berupa sesuatu yang indah, enak dilihat, dan bagus. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.
Keindahan dalam arti luas menurut para ahli, yaitu :
a. Menurut The Liang Gie keindahan adalah ide kebaikan
b. Menurut Pluto watak yang indah dan hukum yang indah
c. Menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
Keindahan juga bersifat Universal, yang tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan.
Kemudian menurut luas cakupannya, Keindahan dibedakan menjadi tiga macam penger tian, yaitu :
1. Keindahan Dalam Arti Luas
Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiranPlato, yang menyangkut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan; Plotinus yang ber bicar a tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah atau bisa pula disimak dari apa yang biasa dibicar akan oleh orang- orang Yunani mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah.
Jadi pengertian yang seluar-luasnya meliputi :

• Keindahan Alam
• Keindahan Moral
• Keindahan Intelektual
• Keindahan Dalam Arti Estetika Murni
• Keindahan Seni

2. Keindahan Dalam Arti Terbatas
Keindahan dalam arti terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan Indera Penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
Keindahan yang bersifat jasmani yang dimaksudkan ialah keindahan yang dapat “menyenangkan” atau “memuaskan“ indera manusia; baik indera penglihatan maupun indera pendengaran. Keindahan yang bersifat rohani dimaksudkan keindahan yang dapat “ menyenangkan” atau “ memuaskan“ batin manusia.

sumber :
http://architectgroups.blogspot.com/

http://bebasopan.blogspot.com/2011/03/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-keindahan.html

Manusia dan Kebudayaan

Nama : Bella Azarine
NPM : 11511455
Kelas : 1PA 09

Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna yang menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.budaya bersifat konkret maupun abstrak.
1. Hakekat Manusia
Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu.
Manusia diturunkan ke bumi oleh Tuhan agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.
2. Kepribadian Bangsa Timur
Manusia mendiami wilayah yang berbeda. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Namun secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu : Barat, Timur Tengah, dan Timur.
Kita di Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih tertinggal oleh bangsa Barat dan Timur Tengah.
3. Definisi Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita.
4. Tujuh unsur kebudayaan universal :
A. Sistem Religi
B. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
C. Sistem Pengetahuan
D. Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem – Sistem Ekonomi
E. Sistem Teknologi dan Peralatan
F. Bahasa
G. Kesenian
Tiga Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya :
A. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
Kebudayaan yang muncul dan hidup karena adanya gagasan – gagasan baru, konsep yang matang serta buah dari pikiran yang kreatif.
B. Kompleks aktivitas
Aktivitas manusia dengan lingkungan sekitar dalam kegiatan sehari hari dari waktu ke waktu memunculkan sesuatu untuk diabadikan, difoto dan juga diobservasi.
C. Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia sehari – hari umumnya dilakukan dengan menggunakan benda sebagai sarana dan prasarana. Dari situ lahir kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret.

Sumber : http://arikaka.com/manusia-dan-kebudayaan/