MANUSIA dan KEADILAN

Nama : Bella Azarine
NPM : 11511455
Kelas : 1PA 09

A. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang atau benda tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama.
Keadilan menurut pendapat umum adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang terhadap hak dan kewajiban. Kita tidak boleh hanya menuntut hak tapi juga harus tetap menjalankan kewajiban kita.
B. Keadilan Sosial
Keadilan sosial merupakan sila ke-5 dari isi pancasila. Keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk indonesia yang adil dan makmur. Untuk mewujudkan keadilan sosial itu, perbuatan dan sikap harus di pupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan
2. Sikap adil terhadap sesama,menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
3. Sikap saling membantu
4. Sikap suka bekerja keras
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain
Keadilan dan ketidak adilan akan selalu ada pada kehidupan manusia setiap harinya. Oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan, menimbulkan daya kreativitas manusia,seperti ; drama,puisi,novel,musik,dll.
C. Berbagai Macam Keadilan
A). Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dalam suatu masyarakat adalah setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun).
Keadilan terwujud dalam masyarakat apabila setiap anggota masyarakat manjalankan fungsinya secara baik menurut kemampuannya, dan setiap orang tidak mencampari tugas yang diluar kemampuannya.
B). Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
C). Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.
D). Kejujuran
Kejujuran artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya dan sesuai dengan kenyataan yang ada dan benar. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya.
Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap perlu dipupuk. Namun,orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila demi kebaikan diri sendiri dan orang lain pada batas-batas yang di benarkan.
E. Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. sudah tentu keuntungan itu diperoleh dengan tidak wajar. Yang dimaksud dengan keuntungan disini adalah keuntungan yang berupa materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau keenakan, meskipun orang lain menderita karenanya.
F. Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih lagi jika ia menjadi teladan bagi orang / tetangga disekitarnya, adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan – perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
a). Manusia adalah makhluk yang bermoral
b). Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai denga ahlak.
G. Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang besahabat akan mendapatkan balasan yang bersahabat pula,dan sebaliknya. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dan mempertahankan hak dan kewajibannya itu adalah pembalasan.

( Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab7-manusia_dan_keadilan.pdf )

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: