MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP

Nama : Bella Azarine
NPM : 11511455
Kelas: 1PA 09

Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pedoman dalam menjalankan hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan didapat oleh manusia dari pengalaman sejarah yang telah di lalui. Karena setiap manusia memiliki pandangan hidupnya masing masing yang bersifat kodrati.
Pandangan hidup timbul melalui proses yang lama dan terus menerus, dan menghasilkan pemikiran yang dapat diterima oleh akal,sehingga diakui kebenarannya. Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
A. Pandangan Hidup yang berasal dari agama. Pandangan hidup yang kebenarannya adalah mutlak.
B. Pandangan hidup berasal dari ideologi. Pandangan hidup yang berasal dari kebudayaan dan norma yang terdapat di wilayah atau negara itu sendiri.
C. Pandangan hidup yang berasal dari proses merenung. Pandangan hidup yang kebenarannya relatif.
Pandangan hidup berbeda dengan cita-cita,tetapi bisa dikatakan pandangan hidup berhubungan erat dengan cita-cita. Pandangan hidup adalah bagian hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai 4 unsur.yaitu: cita-cita,kebajikan,usaha dan kepercayaan/keyakinan. Ke empat unsur ini tidak bisa salin di pisahkan,karena ke 4 unsur ini saling mengisi satu sama lain. Unsur – unsur tersebut :

1. Cita – Cita

Cita – cita merupakan sebuah angan – angan atau sesuatu yang ingin diraih. Cita – cita dapat tercapai jika ada suatu usaha untuk meraih impian itu. Apabila cita-cita itu tidah terpenuhi atau belum terpenuhi itu disebut angan-angan,maka dari itu agar cita-cita kita terpenuhi kita harus berjuang untuk menggapai cita cita itu agar tidak hanya menjadi angan-angan saja.
Ada 3 faktor faktor yang menentukan dapat tidaknya manusia untuk meraih cita – citanya,yaitu :
A. Faktor internal
Faktor yang berasal dari manusia itu sendiri. Ada aorang yang tidak ber kemauan untuk meraih cita-citanya itu,maka cita-citanya itu akan menjadi khayalannya saja. Cara kerja keras dalam meraih cita-cita merupakan suatu perjuangan hidup yang apabila tercapai akan membuat diri kita puas.

B. Faktor kondisi
kondisi dari dunia luar untuk mendapatkan cita – cita itu sendiri. Contohnya dalam bidang ekonomi. Si A yang orang tuanya kaya lebih muda meraih cita citanya dibanding si B yang arang tuanya miskin.

C. Faktor tingginya cita-cita
Biasanya semangkin tinggi cita – cita itu semangkin sulit kita untuk meraihnnya. Dengan kerja keras,setinggi apapun cita-cita kita maka akan terwujud.

2. Kebajikan

Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,perbuatan yang sesuai dengan norma norma agama atau etika. Pada dasarnya manusia itu baik,makhluk yang bermoral dan paling mulia akhlaknya. Karena manusia memiliki pendapat sendiri,kecintaanya pada diri sendiri,cita-cita sendiri maka ini cenderung membuat manusia menjadi makhluk yang sering tidak mengenal kebajikan.
Untuk lebih mengenal kebajikan,kita harus melihat dari 3 sisi,yaitu :
A. Manusia sebagai makhluk pribadi
Manusia dapat menentukan sendiri mana yang baik dan mana yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati,dan tergantung bagaimana kita menyikapi segala tingkah laku kita gar selalu berbuat baik terhadap apapun.

B. Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia hidup bermasyarakat dan saling membutuhkan satu sama lain. Jadi baik atau buruk itu dinilai oleh suara hati sendiri,meskipun demikian tetap harus diukur oleh pendapat umum. Disini tidak berarti bahwa pendapat umum segala-galanya sehingga pendapat hati tidak di dengar.

C. Manusia sebagai makhluk Tuhan
Kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati dan apa yang diperintahkan Tuhan. Karena apa yang Tuhan perintahkan adalah baik bagi kita dan semuanya.

Kebajikan manusia dapat dilihat dari tingkah lakunya,karena tingkah laku manusia berasal dari pandangan hidupnya,maka setiap manusia memiliki tingkah laku yang berbeda-beda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku manusia ada 3 hal,yaitu :
A. Faktor hereditas (pembawaan)
Tingkah laku yang dibawa dari sejak lahir karena efek dari gen orang tua.
B. Faktor enviroment (lingkungan)
Lingkungan merupakan faktor penting yang bisa menentukan tingkah laku baik atau buruk seseorang. Seperti di lingkungan keluarga,sekolah,lingkungan rumah,teman sebaya.
C. Faktor experience (pengalaman)
Belajar hidup dari pengalaman baik maupun buruk inilah merupakan pembentukan tingkah laku pada diri seseorang. Karena dengan pengamalan,seseorang dapat memiliki bekal sebagai pertimbangan saat akan mengambil keputusan.

3. Usaha atau perjuangan
Kerja keras dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia,karena dengan usaha yang keras kita bisa menggapai cita-cita. Orang yang pemalas tidak akan pernah menggapai cita citanya. Untuk bekerja keras manusia memiliki keterbatasan,makanya timbul tingkat kemakmuran antar manusia.
4. Kepercayaan atau Keyakinan
Kepercayaan merupakan dasar pandangan hidup yang berasal dari tuhan. Memurut Prof.Dr.Harun Nasution ada 3 aliran filsafat,yaitu :
1. Aliran Naturalisme
Hidup manusia dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekutan tertinggi yaitu Tuhan. Tuhan itu kekuasaan tertinggi,dan manusia adalah ciptaan Tuhan yang berdasarkan pada ajaran agama. Ajaran agama itu ada 2 macam,yaitu :
A. Ajaran agama Dogmatis
B. Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama
2. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika/akal,manusia mengutamakan akal,dengan akal manusia berpikir. Keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini didasari oleh keyakinan dan kebenaran yang didasari dari akal. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat di peroleh dari akal (ilmu&teknologi).
3. Aliran Gabungan
Aliran gabungan adalah kekutan gaib dan juga akal. Apabila di hubungakan dengan pandanga hidup maka akan ada 2 kemungkinan pandangan hidup. Yaitu pandangan hidup sosialisme yang menekankan pada logika berpikir kolektif dan pandangan hidup sosialisme-religius logika berpikir kolektif individual.
Langkah Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan huidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik, yaitu:
• Mengenal
• Mengerti
• Menghayati
• Meyakini
• Mengabdi
• Mengamankan

Sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab8-manusia_dan_pandangan_hidup.pdf

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: